Aliran Filsafat. Materialisme
Table of Contents
![]() |
Materialisme |
Selain itu, paham Materialisme ini praktis tidak memerlukan dalil-dalil yang muluk-muluk dan abstrak, juga teorinya jelas berpegang pada kenyataan-kenyataan yang jelas dan mudah dimengerti. Kemajuan aliran ini mendapat tantangan yang keras dan hebat dari kaum agama di mana-mana. Hal ini disebabkan pada paham ini pada abad ke-19 tidak mengakui adanya Tuhan (ateis) yang sudah diyakini mengatur budi masyarakat. Pada masa ini, kritik pun muncul di kalangan ulama-ulama Barat yang menentang materialisme.
Berikut ini beberapa kritik yang dilontarkan tersebut.
a. Materialisme menyatakan bahwa alam wujud ini terjadi dengan sendirinya dari chaos (kacau balau). Padahal, kata Hegel, kacau balau yang mengatur bukan lagi kacau balau namanya.
b. Materialisme menerangkan bahwa segala peristiwa diatur oleh hukum alam. Padahal, pada hakikatnya hukum alam ini adalah perbuatan ruhani juga.
c. Materialisme mendasarkan segala kejadian dunia dan kehidupan pada asal benda itu sendiri. Padahal, dalil itu menunjukkan adanya sumber dari luar alam itu sendiri yaitu Tuhan.
d. Materialisme tidak sanggup menerangkan suatu kejadian ruhani yang paling mendasar sekalipun.
Related: loading
Di antara tokoh aliran ini adalah Anaximenes (585-528), Anaximandros (610-545), Thales (625-545), Demokritos (kl. 460-545), Thomas Hobbes (1588-1679), Lamettrie (1709-1715), Feuerbach (1804-1877), Spencer (1820-1903), dan Karl Marx (1818-1883).Ket. klik warna biru untuk link
Download
Sumber
Maksum, Ali. 2016. Pengantar Filsafat. Ar-Ruzz Media. Yogyakarta
Post a Comment