Peter L. Berger; Refleksi atas Interaksi Kesadaran dan Struktur dalam Modernisasi
Table of Contents
![]() |
The Sacred Canopy |
Dengan konsep eksternalisasi kita dapat memahami bahwa manusia cenderung menampilkan kesadarannya ke luar dari segi batiniahnya menjadi sesuatu yang lahiriah. Karena itu, kita dapat menjelaskan bahwa modernisasi pada momen pertama dari triad dialektis ini adalah suatu bentuk kesadaran—yaitu kesadaran modern—yang menjadi lahiriah dalam praksis kehidupan sosial. Dengan konsep objektivasi, kita memahami bahwa hasil eksternalisasi itu sekarang menjadi kenyataan objektif atau menurut peristilahan Berger, suatu realitas sui generis. Pada momen kedua dari triad itu, kesadaran modern itu mengejawantah dalam kenyataan objektif, yaitu pranata-pranata modern. Akhirnya, dengan konsep internalisasi, kita memahami bahwa hasil objektivasi itu sekarang dibatinkan sehingga menstrukturisasi kesadaran manusia. Pada momen ketiga ini, pranata-pranata modern itu pada gilirannya menentukan kesadaran manusia yang hidup di dalamnya. Demikianlah, triad dialektis ini mulai lagi dengan eksternalisasi baru, dan seterusnya.
Ket. klik warna biru untuk link
Download
Peter L. Berger; Modernisasi sebagai Pembangunan Alam Artifisial
Sumber
Hardiman, Budi. F. 2002. Melampaui Positivisme dan Modernitas. Kanisius. Yogyakarta.
Baca Juga
1. Peter L. Berger. Biografi
2. Peter L. Berger. Momen Eksternalisasi, Munculnya Kesadaran Modern dan Aspek-Aspeknya
Related: loading
3. Peter L. Berger. Momen Objektivasi, Pranata-Pranata Modern4. Peter L. Berger. The Sacred Canopy
5. Peter L. Berger. Pembentukan Realitas Secara Sosial
6. Peter L. Berger. Konstruksi Realitas Secara Sosial
7. Peter L. Berger. Masyarakat Sebagai Realitas Subjektif
8. Peter L. Berger. Masyarakat Sebagai Realitas Objektif 9. Peter L. Berger. Modernisasi Sebagai Pembangunan Alam Artifisial
10. Peter L. Berger. Konstruksi Realitas Secara Sosial dan Legitimasinya
11. Peter L. Berger. Momen Internalisasi yang Susah Payah
12. Peter L. Berger. Perkawinan
13. Pokok Bahasan Sosiologi
14. Mirror On The Wall. Gambaran Realitas Sosial yang Terdistorsi
Post a Comment